Mungkin saran ini kedengaran sederhana, Jika ada yang menawari kita untuk join ke bisnis MLM, jangan mau ikutan, karena hanya akan menguras duit, tenaga dan pikiran kita.
Memang mudah untuk dimengerti namun yang menjadi pertanyaan adalah,
Mengapa bisnis berbasis MLM ini masih tetap saja bertahan ?, padahal mereka tetap melakukannya dengan cara yang sama, yakni dengan cara Multi Level Marketing itu sendiri. Bahkan sampai saat ini masih banyak yang semakin berjaya.
let’s say satu contoh adalah Tiensi, Tiens International. Saya akan coba bagikan opini pribadi Saya mengenai MLM yang satu ini. Sebelumnya Saya akan sajikan suatu ilustrasi nyata, dari kejadian yang berlangsung akhir2 ini. (Masih 2 hari lalu)
Berawal dari suatu hari, sebuah sms masuk ke HP Saya dari seorang teman semasa SMU dulu.
“Ecko, ada waktu ga. Saya punya proyek banyak nih buat dibagikan. Kita ketemuan di Mc.D Cihampelas yah ? minggu depan pukul 7-an”.
Mendengar kata “Proyek” yang pasti terlintas di pikiran kita adalah “$$$$$$$$”, a.k.a. UANG.
Saya membalas SMS tersebut.
“Wah, proyek apaan tuh, sepertinya asik. Baiklah, aku bisa.”
Seperti manusia pada lazimnya, siapa yang ga ‘greget’ waktu dengar kata proyek (read:money) ?
Seminggu berikut, pertemuan jadi diadakan. Eh, dia yang buat janji, dia yang telat. Bukannya ditraktirin minum, eh malah Saya yang bayar sendiri minum. Siapa yang buat janji yah ? “Gak sopan”, itu adalah kesan yang terlintas di benak Saya ketika itu.
Itu belum seberapa dibanding kekecewaan, ternyata yang dimaksudkan dia dengan “Proyek” adalah”Menjadi member MLM”.
Wah…salah persepsi dong. Saya mengasosiasikan kata “Proyek” dengan “Uang”, kok yang ini mengasosiasikan kata “Proyek” dengan “MLM”, yah kita bicara di bahasa yang berbeda. Alias ga konek
Berhubung karena dia adalah teman Saya, pasti ga akan tega untuk menolaknya atau langsung melabraknya bahwa dia berniat menipu, yah tipikal Indonesia, jaga2 perasaan. So, Saya biarkan dia melanjutkan presentasinya lewat Laptop Toshibanya yang diletakkannya di atas sebuah meja di Mc. D. tempat kami bertemu saat itu.
Yah… segala2 bull-shit, janji kekayaan pasif, tanpa harus berjerih payah namun bisa berpenghasilan 30 juta rupiah sehari, perjalanan pulang pergi keliling Dunia, mungkin keliling Tata Surya juga bakalan ada tuh.. (namanya juga bohong2an), dan segala mantra2 persuasif yang digunakannya untuk sebisa mungkin menarik Saya untuk jadi member.
Beruntung Saya dulu ikutan sekolah, so, ga bodoh2 amat lah. Dimana2 di sekolahan, yang diajarkan caranya jadi kaya itu, yah harus punya Otak (Skill), Lutut (Doa), dan Otot (Tenaga).
Demikian cerita singkatnya.
Silahkan perhatikan kembali kalimat2 yang saya sengaja telah tebalkan.
- Saya punya banyak proyek buat dibagikan
Nah, ini adalah kalimat sakti yang akan dikatakan oleh para pelahap2 maut dari MLM itu kepada kita untuk memulai proses ‘penipuan’.
Dari cerita di atas, Saya telah tekankan, bahwa tidak ada yang namanya proyek, tapi yang akan ada adalah tawaran untuk join ke MLM.
Wajar2 saja kita akan terpancing, namanya manusia, sapa yang ga mau duit ?
Tapi, pelajaran dari sini adalah, jangan langsung “merah” ketika mendengar kata “proyek”, tetap amat2i.
- Jaga Perasaan Karena Teman
Nah, kita pasti secara bawah sadar akan menangkap sinyal bahwa kita sedang ditipu oleh teman kita ini. Nah, intimidasi rasa ingin menjaga perasaan inilah yang akan dibesar2kan oleh para pelahap2 maut tsb (MLM Recruiter). Beberapa rekan Saya pernah juga bercerita, dia masuk ke MLM hanya karena jaga perasaan temannya, dan akhirnya, dia harus merogoh kocek sekitar setengah juta untuk biaya menjadi anggota level 2.
- Janji Passive Income yang GEDE
Passive Income yang Gede, adalah salah satu elemen yang selalu digunakan oleh para perekrut tersebut. Rumah, Mobil, Uang berlimpah, tanpa harus bekerja.
Sekali lagi, mari kita telaah. Dalam MLM, satu2nya cara untuk bisa mendapatkan hal tersebut, hanyalah dengan cara mencari downline sebanyak-banyaknya, atau dengan kata lain, kita juga harus merekrut sebanyak2nya orang menjadi member di bawah kita, singkatnya, kita harus menipu sebanyak2nya orang juga. Nah, untuk merekrut banyak anggota di bawah kita, itu memerlukan banyak usaha, duit, kerja keras, dan juga menghasilkan banyak DOSA ;). Yah, singkat kata, ini mah bukan passive income namanya, ini superactive income bokkk.
Nah, dari pemaparan di atas, Saya ingin simpulkan agar kita jangan pernah terjerumus oleh karena ke-gila-an kita akan harta, uang. Satu2nya cara untuk menjadi kaya adalah dengan belajar, bekerja, berdoa (Otak, Otot, Lutut).
Saran saya, jika anda disugui bisnis MLM seperti ini, langsung “TOLAK”. Jika anda memang mau menjaga perasaan rekan anda yang menawarkan itu, biarkan dia berbicara sampai selesai, namun satu hal, jangan pernah mau gabung. Ada banyak kalimat yang bisa kita gunakan untuk menolaknya dengan halus, misalnya,
“wah, Saya pikir2 dulu yah, harus dirembuk dengan ortu nih”
“wah.. Saya g punya duit saat ini…”
“wah.. Saya ud ikut 2 MLM yang lain loh…”
Memang tidak semua MLM bersifat jelek, beberapa memang ada yang tidak terlalu ekstrem, tapi tetap anda harus waspada. Jangan tergiur dengan kekayaan yang dapat diperoleh dengan singkat.


